Unique Value Proposition (UVP) VBLC
|
I. |
Apakah VBLC? |
|
|
|
Vibiz Learning Center atau disingkat VBLC merupakan suatu lembaga yang bergerak di bidang pembelajaran dan pengembangan pribadi maupun pengembangan organisasi/ korporasi/ swasta. Pemerintah, BUMN, BUMD dan masyarakat umum. Lembaga ini didirikan pada tahun 2004 oleh founder – Bernhard Sumbayak, praktisi yang berpengalaman di bidang sumber daya manusia, operasional, sales & service, corporate communication, corporate culture project, reengineering project, branch development pada berbagai lembaga konsultan maupun perusahaan nasional. |
|
|
II. |
Tujuan VBLC |
|
|
|
1. |
Memberikan kontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. |
|
|
2. |
Mengembangkan budaya pembelajaran baik dalam berbagai bidang: penjualan, pelayanan, sumber daya manusia, edukasi, produk investasi (saham, berjangka, dlsb), leadership, internet marketing, banking, risk management, dan lain-lain didalam perusahaan atau organisasi. |
|
|
3. |
Keselarasan antara pembelajaran dan penerapan yang didukung oleh praktisi handal secara langsung sehingga meningkatkan motivasi dalam penerapan. |
|
|
4. |
Kepedulian untuk membantu pengembangan diri seseorang maupun organisasi/ perusahaan, dengan semboyan: ”If you believe you are not born to lose, you will act for it, then you will catch it, because success is available to those who believe they can.” |
|
|
5. |
Memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pelbagai disiplin ilmu pengetahuan. |
|
III. |
Nilai Proposisi |
|
|
|
1. |
Track record yang telah teruji di industri pelatihan dan konsultasi, karena pada umumnya sebagian besar trainer di VBLC telah memiliki pengalaman praktis terhadap bidang yang diajarnya. |
|
|
2. |
Memberikan nilai yang berharga dan penerapan praktis dalam bidang: |
|
|
|
a. Transformasi budaya penjualan (sales) b. Transformasi budaya pelayanan (service) c. Pengembangan individu dan kelompok dalam leadership dan followership d. Pengetahuan dan pengetahuan investasi dalam berbagai instrumen / portfolio yang termasuk dalam industri wealth management e. Mengetahui dan menjadi pelaku dalam bidang internet marketing f. Mengetahui dan meningkatkan ketrampilan dalam dunia perbankan g. Forum community untuk mengembangkan budaya pembelajaran h. Memberikan kontribusi didalam technical assistance atas konsultasi yang pengembangan fungsi-fungsi organisasi/ budaya perusahaan yang ingin ditentukan. |
|
|
3. |
Penggunaan riset dalam memperkaya training yang dilakukan. |
|
|
4. |
Adanya Academy-academy seperti Vibiz Sales Academy (VISA), Vibiz Service Academy (Viserva), Vibiz Internet Marketing Academy (VIMA), Investment Portfolio Management Academy (IPMA) dan Forex Academy (FA) yang bersifat membekali para peserta menjadi terampil dan kompeten dalam bidangnya dan merupakan bentuk kepedulian VBLC untuk meningkatkan kompetensi pribadi pesertanya. |
|
IV. |
Kekuatan Sumber Daya Manusia |
|
|
|
1. |
Kemampuan untuk jasa konsultasi dan pelatihan, didukung oleh konsultan dan tenaga pelatihan yang berpengalaman dalam berbagai bidang disiplin ilmu seperti sales, service, HR, Leadership, Investasi, Internet Marketing, Motivational, Banking, Risk Management serta penyelenggaraan event dan lain sebagainya, disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan perusahaan. |
|
|
2. |
Kekhasan VBLC terletak bahwa fasilitator adalah ahli dan praktisi langsung di bidangnya yang memang melakukan apa yang disampaikan, sehingga training VBLC tidak akan berbicara mengenai teori saja tetapi penerapan sesungguhnya dan tantangan yang dihadapi secara nyata dalam pelaksanaanya. |
|
|
3. |
Tim motivator yang berpengalaman yang telah terbukti berhasil guna dapat memberikan motivasi kepada perusahaan sebagai fasilitator yang kuat untuk orientasi penjualan, pelayanan, leadership dan bidang lainnya. |
|
|
4. |
Memiliki jaringan kerjasama dengan nara sumber sehingga menunjang VBLC dalam memperkaya pengetahuan, keahlian yang luas dan terbukti. Hal ini menyanggupkan VBLC untuk menjawab permasalahan global maupun lokal baik secara technical maupun fungsional, untuk kemudian meningkatkannya. |
|
V. |
Pendekatan Pelatihan |
|
|
|
1. |
Pendekatan Adult Learning Method: yang melihat bahwa dalam setiap training antara fasilitator dan peserta dapat memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan kemampuan. |
|
|
2. |
Keselarasan antara teori dan praktek, dimana para fasilitator yang merupakan expert dan praktisi langsung juga akan menunjukkan tips-tips yang sangat berguna untuk penerapan training dalam dunia nyata. |
|
|
3. |
Pengetahuan: artinya memperlengkapi karyawan dengan pengetahuan yang berpandangan strategis dan arahan ke depan. |
|
|
4. |
Motivasional: membantu pribadi maupun organisasi memiliki semangat tinggi untuk menghasilkan kekuatan tak terhingga dalam memenangkan persaingan ketat dewasa ini. |
|
|
5. |
Keahlian : maksudnya memperlengkapi karyawan tidak hanya dengan pengetahuan dan semangat tetapi juga menjadi ahli pada bidangnya untuk mencapai tujuan perusahaan. |
|
|
6. |
VBLC menggunakan berbagai pendekatan yang efektif dalam menyampaikan motivasi/ semangat, pengetahuan, keahlian diantaranya melalui cara: |
|
|
|
a. Permainan yang kreatif b. Pembelajaran melalui pengalaman c. Penyampaian tips-tips dalam praktek nyata d. Lagu-lagu yang memberikan semangat e. Suasana pembelajaran yang kondusif |
|
Bank Negara Indonesia |
|
Bank Rakyat Indonesia |
|
Bank OCBC NISP |
|
Bank Permata |
|
Bank Danamon Indonesia |
|
Citibank N. A. |
|
BRI Syariah |
|
BJB |
|
Bank Sumut |
|
Bank Kaltim |
|
Bank Papua |
|
Bank NTT |
|
Bank Sulselbar |
|
Bank DKI |
|
Bank BPD DIY |
|
Bank Ganesha |
|
Bank Ina Perdana |
|
Bank Mayora |
|
ANZ Panin Bank |
|
BCA |







