Pentingya Peran Pemimpin dalam Quality Management

(managementfile - Quality) - Kesuksesan organisasi sangat bergantung pada pemimpinnya, termasuk dalam hal quality management. Pemimpin merupakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap quality dalam organisasinya, sehingga ia harus berpartisipasi secara aktif dan terus menerus dalam hal quality management.
Pemimpin disini bukan berarti satu orang saja, melainkan sejumlah orang yang memegang jabatan kepemimpinan secara struktural maupun proyek, seperti CEO, pemimpin divisi, hingga Champion, Black Belt dan Green Belt.



Change Agent
Implementasi quality management dalam organisasi seringkali membutuhkan proses perubahan yang radikal. Hal ini karena implementasi seperti Six Sigma bukan hanya sekedar process improvement saja, melainkan lebih kepada menjadikannya culture. Oleh karena itu, organisasi harus menyiapkan suatu proses 'change management' yang mumpuni dalam menghadapi hal ini. Dalam merubah corporate culture, maka pemimpin memegang peran yang besar. Mereka bertindak sebagai change agent, yang menggalakkan perubahan, mengkomunikasikannya, serta menghadapi penolakan-penolakan terhadap perubahan.


Actively Participate
Pemimpin harus punya partisipasi yang aktif dan menyeluruh dalam proyek quality management, tidak hanya mengidentifikasi masalah lalu kemudian menyerahkannya kepada pimpinan proyek. Pemimpin harus terlibat mulai dari proses mengidentifikasi masalah, menentukan proyek yang dibutuhkan, mendefiniskan ruang lingkup proyek, menentukan tujuan, hingga mengatur timeline proyek. Selain itu, pemimpin juga harus memilih proyek mana yang jadi prioritas tertinggi, menyediakan sumber daya bagi proyek, hingga melakukan evaluasi terhadap hasilnya.


Encourage learning
Menerapkan quality management idealnya tentu dilakukan secara terus menerus. Oleh karena itu, yang penting pemimpin harus punya sifat mau belajar, dan mau mendorong orang lain untuk terus belajar. Asah rasa ingin tahu, tingkatkan problem solving skill, serta lakukan eksperimen secara terus-menerusdalam usaha meningkatkan kualitas. Tanpa ada motivasi dari pemimpin untuk learning, sebagian karyawan akan terus berada dalam kondisi status quo, dan tidak mau menerima ilmu pengetahuan baru.


Coaching
Quality management bukanlah suatu ilmu yang mudah untuk diserap dengan cepat, terutama karena menyangkut ilmu statistik yang cukup kompleks. Karyawan tidak bisa ikut training sekali, kemudian langsung menguasai ilmu seperti Six Sigma atau Lean. Para pemimpin harus siap untuk melakukan coaching kepada karyawan supaya mereka dapat menerapkan continuous improvement dalam ruang lingkup pekerjaannya.


Ongoing strive for excellence
Yang paling penting, pemimpin harus punya komitmen terhadap excellence secara kontinu. Sehingga, process improvement tidak hanya berjalan sekali saja, melainkan dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi culture. Tanpa dukungan pemimpin untuk terus mengejar kesempurnaan secara kontinu, maka perusahaan hanya akan berhenti di tempat. Sehingga, quality management bukan hanya process improvement belaka, melainkan jadi continuous improvement dan bagian dari culture.



RP/RP/mgf

Our Link | Disclaimer | Privacy
Copyright © 2008 Vibizlearning.com, Powered by Jafam-ICT.com
Partners: vibizoutbound.com - lepmida.com - vibizlife.com - vibizconsulting.com - vibizportal.com - vibiznews.com - vibizdaily.com - beritadaerah.com - managementfile.com - visijobs.com - shoppingandnews.com - ictfiles.com