Knowledge
Menjadi Pemimpin yang Mengayomi / Membina Anggota Timnya
(Vibizmanagement - Leadership) - Menjadi seorang pemimpin , memiliki tugas dan tanggung jawab tersendiri. Mental yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin adalah mental yang mau belajar tiap-tiap saat. Ada sebuah pepatah yang selalu dijadikan pedoman bagi seorang pemimpin yang telah berhasil , yaitu : Pemimpin yang mengorientasikan tujuannya untuk menjadi long life learner (pembelajar seumur hidup) daripada long life leader (pemimpin seumur hidup) . Suatu pembelajaran dimana tidak menganggap prestasinya sebagai seorang pemimpin sebagai tujuan akhir melainkan suatu kesempatan dan sumber pembelajaran baru baginya. Dan pembelajaran itu sendiri bersifat terus menerus dan tidak statis. Tetap terus bergerak maju ke arah yang pasti menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Suatu hari, saya mendapat sebuah link tentang gambaran , role model seperti apakah seorang pemimpin yang di inginkan oleh anak buah/karyawannya ? Ada 3 role model pemimpin yang di tampilkan dalam link tersebut. Role Model yang pertama adalah pemimpin yang benar-benar keras dan sangat tidak mengerti akan anak buahnya. Role Model yang kedua adalah seorang pemimpin yang tegas , tapi tidak menekan akan anak buahnya, tapi ada kekurangannya , yaitu : tidak memiliki rasa peduli /sense of belonging terhadap anak buahnya. Dan Role Model yang ketiga pasti kita sudah tahu yaitu tegas tapi memiliki sikap yang mau untuk belajar dan mau untuk mengajar/membimbing akan anak buahnya, atau mengerti bila anak buahnya perlu bimbingan dan arahan.
Dari link tersebut kita dapat mengerti dan introspeksi akan diri kita sendiri sebagai seorang pemimpin. Kita dapat bercermin ‘what kind of a leader am I ? ‘ Pemimpin seperti apakah saya? Pertanyaan itu harus selalu ada dalam pikiran kita untuk kita senantiasa dapat mengintrospeksi diri kita sendiri sebagai seorang pemimpin. Memberikan rasa nyamankah atau tidak kepada anak buah /karyawan, karena hal itu sangat lah di harapkan dari seorang pemimpin. Ketika sebagai pemimpin dapat memberikan kenyamanan bagi anak buah / karyawan nya dalam halini dapat mengayomi akan anggota tim/anak buahnya maka hal itu berarti pemimpin itu telah mendapatkan kepercayaan dari anak buah / anggota timnya, yang berarti sebagai pemimpin sudah dianggap berhasil karena hal itu berarti dia telah dapat mengendalikan akan anak buah / anggota timnya itu.
Belajar tentang cara menjadi pemimpin yang mengayomi, berarti tidak bisa untuk bersikap acuh terhadap kepentingan anak buah/anggota timnya. Kita sebagai pemimpin harus dapat untuk mengarahkan, memberikan bimbingan akan apa yang kita sebagai pemimpin inginkan supaya mereka mengerti.
Setiap perusahaan pasti menginginkan memiliki karyawan atau anak buah yang pintar dan sigap. Bila suatu program baru di perkenalkan maka pemimpin perusahaan mengharapkan anak buah atau anggota timnya dapat dengan cepat mengerti akan program baru itu. Dan akan sangat mengesalkan bila memiliki anggota tim atau anak buah yang tidak tidak bisa mengerti dengan cepat bila di perkenalkan program baru itu. Tapi , seorang pemimpin yang memiliki citra yang baik harus dapat tetap sabar dan memberikan kenyamanan yang diperlukan untuk terus dapat membimbing akan anggota timnya sampai mereka semua mengerti dan dapat mengerjakan dan menjalankan program itu sesuai dengan kemauan si pemimpin.
Dalam hal inilah seorang pemimpin berperan sebagai Role model dalam sebuah perusahaannya yang sangatlah diperlukan, mengapa? Karena sang pemimpin dianggap sebagai tokoh sentral dan tokoh panutan yang dapat mengayomi dan melindungi akan anggota tim/anak buahnya. Tanpa role modeling, kepemimpinan terasa hambar apalagi tidak bisa berbuat banyak untuk kepentingan anak buah/anggota tim nya. Jika ini terjadi, lama-lama mereka akan bosan dan kehilangan kepercayaan atas pemimpinnya. Dan itu berarti perusahaan ada didalam bahaya bila terdapat asas ketidak percayaan di antara anak buah atau karyawannya.
(RJ/IC/vbm)
Suatu hari, saya mendapat sebuah link tentang gambaran , role model seperti apakah seorang pemimpin yang di inginkan oleh anak buah/karyawannya ? Ada 3 role model pemimpin yang di tampilkan dalam link tersebut. Role Model yang pertama adalah pemimpin yang benar-benar keras dan sangat tidak mengerti akan anak buahnya. Role Model yang kedua adalah seorang pemimpin yang tegas , tapi tidak menekan akan anak buahnya, tapi ada kekurangannya , yaitu : tidak memiliki rasa peduli /sense of belonging terhadap anak buahnya. Dan Role Model yang ketiga pasti kita sudah tahu yaitu tegas tapi memiliki sikap yang mau untuk belajar dan mau untuk mengajar/membimbing akan anak buahnya, atau mengerti bila anak buahnya perlu bimbingan dan arahan.
Dari link tersebut kita dapat mengerti dan introspeksi akan diri kita sendiri sebagai seorang pemimpin. Kita dapat bercermin ‘what kind of a leader am I ? ‘ Pemimpin seperti apakah saya? Pertanyaan itu harus selalu ada dalam pikiran kita untuk kita senantiasa dapat mengintrospeksi diri kita sendiri sebagai seorang pemimpin. Memberikan rasa nyamankah atau tidak kepada anak buah /karyawan, karena hal itu sangat lah di harapkan dari seorang pemimpin. Ketika sebagai pemimpin dapat memberikan kenyamanan bagi anak buah / karyawan nya dalam halini dapat mengayomi akan anggota tim/anak buahnya maka hal itu berarti pemimpin itu telah mendapatkan kepercayaan dari anak buah / anggota timnya, yang berarti sebagai pemimpin sudah dianggap berhasil karena hal itu berarti dia telah dapat mengendalikan akan anak buah / anggota timnya itu.
Belajar tentang cara menjadi pemimpin yang mengayomi, berarti tidak bisa untuk bersikap acuh terhadap kepentingan anak buah/anggota timnya. Kita sebagai pemimpin harus dapat untuk mengarahkan, memberikan bimbingan akan apa yang kita sebagai pemimpin inginkan supaya mereka mengerti.
Setiap perusahaan pasti menginginkan memiliki karyawan atau anak buah yang pintar dan sigap. Bila suatu program baru di perkenalkan maka pemimpin perusahaan mengharapkan anak buah atau anggota timnya dapat dengan cepat mengerti akan program baru itu. Dan akan sangat mengesalkan bila memiliki anggota tim atau anak buah yang tidak tidak bisa mengerti dengan cepat bila di perkenalkan program baru itu. Tapi , seorang pemimpin yang memiliki citra yang baik harus dapat tetap sabar dan memberikan kenyamanan yang diperlukan untuk terus dapat membimbing akan anggota timnya sampai mereka semua mengerti dan dapat mengerjakan dan menjalankan program itu sesuai dengan kemauan si pemimpin.
Dalam hal inilah seorang pemimpin berperan sebagai Role model dalam sebuah perusahaannya yang sangatlah diperlukan, mengapa? Karena sang pemimpin dianggap sebagai tokoh sentral dan tokoh panutan yang dapat mengayomi dan melindungi akan anggota tim/anak buahnya. Tanpa role modeling, kepemimpinan terasa hambar apalagi tidak bisa berbuat banyak untuk kepentingan anak buah/anggota tim nya. Jika ini terjadi, lama-lama mereka akan bosan dan kehilangan kepercayaan atas pemimpinnya. Dan itu berarti perusahaan ada didalam bahaya bila terdapat asas ketidak percayaan di antara anak buah atau karyawannya.
(RJ/IC/vbm)







